Minggu, Oktober 24, 2021
Beranda BERITA UTAMA Audit BJB Ditemukan 22 Transaksi Tak Sesuai SOP

Audit BJB Ditemukan 22 Transaksi Tak Sesuai SOP

Suasana sidang. PEKANBARU(SK)– Sidang dugaan pembobolan rekening nasabah BJB Pekanbaru kembali embuka fakta-fakta baru. Pada persidangan dengan terdakwa Indra Osmer Hutauruk, Manajer Bisnis Konsumer bank bjb Cabang Pekanbaru yang dipimpin majelis hakim Dahlan SH ini menghadirkan dua saksi kunci dari BJB, Selasa (14/9/2021).

Dua saksi kunci yang dihadirkan yakni Asep, Pemimpin Grup Satuan Kerja Audit InternaI Bank Jabar Banten (bjb) Pusat dan mantan kepala cabang BJB Pekanbaru Rahmat. Pada persidangan saksi kunci pertama yang dihadirkan adalah Asep.

Dalam pengakuan Asep, BJB Pekanbaru tak memiliki back up data CCTV. Oleh karena itu, majelis hakim mencurigai tim audit menyembunyikan sesuatu dalam perkara dugaan pembobolan rekening hingga puluhan miliar milik Arif Budiman, nasabah bank BJB Cabang Pekanbaru.

Kecurigaan majelis hakim ini disampaikan ketika mendengar keterangan Asep, Pemimpin Grup SKAI BJB Pusat, yang dihadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum Zurwandi SH.

Saat itu, Asep memberi penjelasan bahwa tahun 2018 dirinya ada melakukan audit transaksi rekening 26 perusahaan milik Arif Budiman.

Audit dilakukan menindaklanjuti laporan Arif Budiman yang merasa uangnya di rekening BJB Cabang Pekanbaru hilang.

Dari 1.800 transaksi perusahaan milik Arif Budiman sejak tahun 2014 hingga tahun 2018, terdapat 59 transaksi dengan nilai Rp28 miliar lebih yang dipertanyakan. Karena Arif Budiman dan pihak perusahaannya merasa tidak ada melakukan transaksi tersebut.

Kemudian dari audit yang dilakukan SKAI yang dipimpin saksi Asep saat itu, ditemukan 22 transaksi yang tidak sesuai SOP bank BJB, dengan nilai Rp3.025 miliar, termasuk 7 dari 9 pencairan cek yang saat ini dijadikan barang bukti oleh Jaksa Penuntut Umum.

Atas keterangan saksi ini, hakim Dahlan menanyakan, apa saja yang tidak sesuai SOP terhadap 22 transaksi tersebut. Asep kemudian menjawab bahwa hanya soal syarat formal saja yang tidak terpenuhi. Yang seharusnya tidak bisa dicairkan namun ternyata dicairkan oleh teller Tarry (berkas dakwaan terpisah).

Hakim Dahlan kemudian menanyakan syarat formal apa saja yang tidak terpenuhi tersebut, lalu disampaikan antara lain isian antara terbilang dan nominal angka pada cek tidak sama. Tempat dan waktu pencairan tidak diisi pada lembar cek, serta font yang berbeda pada tulisan terbilang.

Hakim Dahlan kemudian, menanyakan soal penarikan 7 cek yang masuk dalam audit SKAI Bank BJB yang dipimpin saksi Asep, yang disebutkan sama sekali tidak ada kesepakatan dengan pemilik cek. Saksi Asep saat itu kembali mengakui ada kesalahan prosedur, yakni terkait pemenuhan syarat formal cek.

Namun saksi Asep saat itu berkilah SKAI tidak melakukan penelitian lebih jauh mengenai pencairan cek. Hakim kemudian menanyakan soal pencairan cek senilai Rp6,265 miliar yang menjadi barang bukti. “Apakah teller bisa langsung mencairkan cek senikai Ro6,265 miliar ini? Dijawab tidak oleh Asep. Lalu hakim melanjutkan pertanyaan, kepada siapa teller melapor kalau ada pencairan uang Rp6,265 miliar ini, lalu dijawab harus lapor Manajer Operasional dan konfirmasi kepada pemilik rekening.

Lalu hakim menanyakan siapa Manajer Operasionalnya. Asep terlihat gugup menjawab pertanyaan ini. “Manager Opetasionalnya Soni pak hakim,” ujar Asep. Hakim kemudian menimpali, ” Siapa? Lalu dijawab lagi oleh saksi Sri Nola. Manajer Iperasional atau Offial Operasionalnya ada dua pak hakim. Soni dan Sri Nola,” ujar Asep.

“Lalu apakah Soni atau Sri Nola itu ada mengetahui dan melakukan pengecekan?” tanya hakim. Saksi Asep kemudian menjawab bahwa, Sri Nola tidak melaksanakan tugas dengan baik.

Hakim akhirnya geram mendengar jawaban saksi Asep. “Apa yang tidak dilaksanakan dengan baik itu? Jangan berikan jawaban yang mengambang. Ini ada sesuatu yang kalian sembunyikan,” ujar Hakim Dahlan.

“Tugas teller Tarry dan Official Operasionalnya, Sri Nola, harusnya melakukan pengecekan lagi dan konfirmasi kepada pemilik rekening. Itu yang tidak dilakukan pak hakim,” ujar saksi Asep.

Hakim lalu menanyakan, “Kalau begitu, apa kesalahan terdakwa Indra Osmer pada pencairan cek itu? “Tidak ditelusuri sampai ke sana. Hanya soal pemenuhan syarat formal saja pak hakim,” ujar saksi Asep.

Hakim kemudian melanjutkan soal pencairan cek CV Palm Gunung Raya tanggal 31 Mei 2016 sebesar Rp200 juta. “Apa kesalahan yang ada di sana? ujar hakim Dahlan. “Kolom terbilang nominal tidak diisi. Harusnya wajib di isi,” jawab saksi Asep.

“Kenapa bisa dicairkan cek tersebut?,” tanya hakim Dahlan. “Yang melaksanakan transaksi yang bisa menjelaskan pak hakim,” jawab saksi Asep, yang membuat hakim Dahlan makin geram.

“Siapa yang melaksanakan transaksi saat itu?,” tanya hakim Dahlan melanjutkan. “Berdasarkan slip transaksi, user milik teller Tarry,” jawab saksi Asep. Hakim kemudian bertanya apakah bisa teller saja yang mencairkan? Dan dijawab saksi Rp200 juta juga harus sepengetahuan Official Manager, Sri Nola.

“Lalu kaitan dengan terdakwa Indra Osmer ini apa? Tanya hakim dan dijawab saksi, “Kami tidak melakukan penelusuran pak hakim”.

Hal yang sama juga diakui oleh saksi ketika hakim Dahlan menanyakan perihal cek lainnya yang menjadi barang bukti.
“Nah itulah kesalahan kalian SKAI BJB. Audit tanggung. Auditnya terputus. CCTV tak bisa diperiksa, konfirmasi tak dilakukan. Masih banyak lagi transaksi yang disebutkan tidak sesuai namun tidak didakwakan,” ujar hakim Dahlan.

Sementara salah seorang penasehat hukum terdakwa Indra Osmer bernama Marbun SH kepada saksi Asep mengatakan, sepakat dengan hakim ada yang disembunyikan oleh SKAI Bank BJB. Untuk itu ia meminta pihak BJB untuk terbuka mengungkap yang sebenarnya. “Jangan ada yang disembunyikan. Kalau memang klien kami bersalah, klien kami akan menjalani hukumannya. Namun jika tidak bersalah jangan belenggu dia,” ujar Marbun.

SK/ibl

Most Popular

70 Persen Backup Data Rekaman CCTV Bisa Diselamatkan

PEKANBARU(SK) - Sidang pembobolan rekening nasabah BJB Pekanbaru yang dipimpin hakim Dahlan SH dengan terdakwa teller BJB Tarry Dwi Cahya menghadirkan dua orang saksi...

PWI Riau dan SKK Migas Gelar Webinar Media dan Pelatihan Wartawan

PEKANBARU(SK) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau bersama Satuan Kelompok Khusus (SKK) Migas Sumbagut dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) akan melaksanakan kegiataan...

Sidang Pembobolan Rekening Nasabah BJB Pekanbaru, Dua Saksi Akui Tidak Ada Korban Saat Transaksi

PEKANBARU - Qurota Aini, mantan AO Konsumer BJB Pekanbaru dan Said mantan AO Komersial BJB Pekanbaru kembali dihadirkan di persidangan dugaan pembobolan rekening nasabah...

Sidang Nasabah BJB Pekanbaru, Hakim: Kejahatan Perbankan Tidak Berdiri Sendiri

- Ketua Majelis Hakim Dahlan SH menegaskan, kejahatan tindak pidana perbankan tidak ada yang berdiri sendiri. Hal itu disampaikan Dahlan saat persidangan kasus nasabah...

Nasional

Telkomsel-Zoom Kolaborasi Hadirkan Pengalaman Premium Interaksi Virtual yang Terjangkau

0
Jakarta(SK)- Telkomsel bersama Zoom Video Communications, Inc. (Zoom) hari ini mengumumkan kolaborasi guna menghadirkan pengalaman premium berinteraksi secara virtual bagi para pelanggan Telkomsel. Dalam kolaborasi...

Dana BSU Peserta BPJAMSOSTEK Cair

0
PEKANBARU(SK) - Pemerintah sudah mulai melakukan pencairan dana Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang pada pekan lalu sudah diserahkan datanya oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kepada...

Perguruan Kungfu Naga Sakti Indonesia Mengadakan Ujian Ke- 32

0
PEKANBARU----Porsea, Perguruan Kungfu Naga Sakti Indonesia (PKNSI) mengadakan ujian kenaikan sabuk yang ke- 32 di Desa Jonggi Manulus Kecamatan Permaksian Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera...

Pimred StatusRakyat Apresiasi Polda Sumut Atas Ungkap Pembunuh Marshal

0
PEKANBARU(SK)----Keberhasilan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dalam mengungkap kasus penembakan Marasalem Harahap (Marshal) Pimpinan Redaksi Media Lassernewstoday.com menuai pujian dari kalangan kuli tinta...

Tokoh Agam Dukung T Rusli Ahmad Jadi Ketua FKUB, Ketua DPH LAMR : Sudah...

0
PEKANBARU(SK) - Dukungan terhadap Ketua Umum DPP Santri Tani Nahdatul Ulama (Santan NU) T. Rusli Ahmad menjadi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi...

Riau

Sidang Lanjutan Pembobolan Rekening Nasabah BJB Pekanbaru, Rusli Akui Beri Bilyet Giro Kosong ke...

0
PEKANBARU(SK)- Sidang dugaan pembobolan rekening nasabah BJB Pekanbaru atas nama Arif Budiman kembali membuka fakta-fakta baru. Pada persidangan dengan terdakwa Tarry Dwi Cahya, teller...

PPDI Riau Salurkan Alat Bantu Disabilitas

0
PEKANBARU(SK) - Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Riau menyalurkan bantuan alat bantu penyandang disabilitas, Selasa (22/9/2021). Penyerahan alat bantu disabilitas ini secara simbolis diberikan Ketua...

UIR dan PWI Teken MoU, MoA dan IA

0
Pekanbaru(SK)- Universitas Islam Riau (UIR) menjalin kerjasama di bidang Catur Dharma Perguruan Tinggi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau. Kerjasama ini diperkuat dengan penandatanganan...

Gandeng Masyarakat, PHR Gelorakan Peduli Lingkungan di Duri

0
DURI(SK) - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk terus menggelorakan semangat peduli lingkungan. Pada Ahad (19/9/2021) lalu, PHR dan Bank Sampah...

Sidang Lanjutan Penggelapan Dana Nasabah BJB Empat Saksi Mengaku Tandatangan di Cek Bukan Miliknya

0
PEKANBARU(SK)- Sidang lanjutan kasus penggelapan dana nasabah BJB Arif Budiman dengan terdakwa Tarry Dwi Cahya, teller BJB, Senin (20/9/2021). Sidang yang dipimpin majelis hakim Dahlan...

Hukum

Sidang Lanjutan Pembobolan Rekening Nasabah BJB Pekanbaru, Rusli Akui Beri Bilyet Giro Kosong ke...

0
PEKANBARU(SK)- Sidang dugaan pembobolan rekening nasabah BJB Pekanbaru atas nama Arif Budiman kembali membuka fakta-fakta baru. Pada persidangan dengan terdakwa Tarry Dwi Cahya, teller...

Sidang Lanjutan Penggelapan Dana Nasabah BJB Empat Saksi Mengaku Tandatangan di Cek Bukan Miliknya

0
PEKANBARU(SK)- Sidang lanjutan kasus penggelapan dana nasabah BJB Arif Budiman dengan terdakwa Tarry Dwi Cahya, teller BJB, Senin (20/9/2021). Sidang yang dipimpin majelis hakim Dahlan...

Sidang Penggelapan Dana Nasabah BJB Pekanbaru Rahmad: Dia Dipecat Karena Kasus Ini

0
PEKANBARU(SK) - Sidang penggelapan dana nasabah BJB Pekanbaru dengan terdakwa Indra Osmer menghadirkan saksi mantan Kepala Cabang BJB Pekanbaru Rahmat Abadi, Selasa (14/9/2021). Dalam persidangan...
Suasana sidang.

Audit BJB Ditemukan 22 Transaksi Tak Sesuai SOP

0
PEKANBARU(SK)– Sidang dugaan pembobolan rekening nasabah BJB Pekanbaru kembali embuka fakta-fakta baru. Pada persidangan dengan terdakwa Indra Osmer Hutauruk, Manajer Bisnis Konsumer bank bjb...
Suasana sidang kasus penggelapan di Bank BJB.

Hakim Dahlan: Mengapa 4 Tahun CCTV BJB Bisa Rusak

0
PEKANBARU(SK) - Ketua majelis hakim sidang penggelapan dana nasabah BJB Pekanbaru DR Dahlan SH MH merasa heran dengan kondisi salah satu fasilitas keamanan BJB...

Kesehatan

Resmikan Isoter Wisma Kemala, Kapolda Riau Serahkan Bantuan 30 Oksigen Konsentrator Dari Kapolri

0
PEKANBARU(SK) - Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi menyerahkan 30 Oksigen Konsentrator kepada Kabid Dokkkes Polda Riau pada Senin (30/8/2021), saat meresmikan penggunaan Gedung...

DPD KORNI Pekanbaru Giat Peduli Sosial ke Masyarakat Terdampak PPKM dan Menjalani Isoman

0
Pekanbaru(SK) - DPD KORNI Pekanbaru Apresiasi Lurah Sialang Sakti Kecamatan Tenayan Raya Hasan Nusi dan Jajaran RW 07/ RT 01 dalam giat Peduli KORNI...

Menandai 30 Tahun Pengabdian, Alumni Akpol 1991 Riau Bagikan 1020 Paket Sembako

0
PEKANBARU(SK)- Alumni Akpol angkatan 1991 Bhara Daksa menggelar aksi membagikan sembako kepada masyarakat terdampak covid-19 di Pekanbaru, menandai 30 tahun pengabdiannya di institusi Kepolisian...

Ketua B2P3 Riau, Oyong Tanjung Ucapkan Terimakasih ke Management RS Prima Pekanbaru

0
Pekanbaru(SK)- - Ketua B2P3 Riau, Oyong Tanjung menyampaikan ucapan terima kasih kepada management Rumah Sakit Prima Pekanbaru dalam penanganan pandemi virus Covid-19 di Kota...

Forum Pekanbaru Kota Bertuah Lakukan Aksi Nyata Di Tengah Pandemi Covid-19

0
Pekanbaru(SK)- -Hari ini, Ahad (18/7/2021) FKB berbagi masker dengan jumlah 18.000 masker dan penyemprotan 150 liter disinfektan di sejumlah pasar dan rumah ibadah. "Ini aksi...