Kamis, September 23, 2021
Beranda BERITA UTAMA Hakim Dahlan: Mengapa 4 Tahun CCTV BJB Bisa Rusak

Hakim Dahlan: Mengapa 4 Tahun CCTV BJB Bisa Rusak

Suasana sidang kasus penggelapan di Bank BJB. PEKANBARU(SK) – Ketua majelis hakim sidang penggelapan dana nasabah BJB Pekanbaru DR Dahlan SH MH merasa heran dengan kondisi salah satu fasilitas keamanan BJB Pekanbaru yakni rusaknya CCTV di sana.

Hal ini terungkap saat sidang penggelapan dana nasabah BJB dengan terdakwa Tarry Dwi Cahya, Teller Bank BJB Cabang Pekanbaru. Dimana Jaksa Penuntut Umum, Zurwandi SH menghadirkan empat orang saksi yakni saksi korban/terlapor Arif Budiman yang melaporkan kasus kehilangan uangnya di BJB,. Arif merupakan Direktur Palm Gunung Raya. Selain menghadirkan empat orang saksi, JPU juga memperlihatkan cek yang dicairkan tanpa sepengetahuan Arif Budiman dengan total nilai Rp5 miliar lebih. Pada sidang dengan agenda meminta keterangan saksi, Senin (13/9/2021) ini hanya Arif yang sempat dimintai keterangan sedangkan yang tiga lagi diminta pulang karena waktu tidak memungkinkan untuk dimintai keterangan.
Dalam keterangannya, saksi korban Arif Budiman menjelaskan,

Sebagai nasabah, Arif memiliki pinjaman kredit dan cek di BJB. sebagai nasabah, Arif melaporkan adanya transaksi tanpa sepengetahuan korban. Transaksi sejak 2013 transaksi aman. Namun mulai tahun 2014 transaksi mulai bermasalah, saat itu terdakwa Indra sebagai staf di bagian kredit sedangkan Tari sebagai teller di BJB.
Tahun 2014 terdakwa Indra menjabat sebagai manager kredit. Saat korban mengetahui adanya transaksi mencurigakan, pihak bank mengatakan tidak bisa memberikan bukti transaksi dengan alasan sudah di Bandung. “Saya hanya menerima rekening koran saja sementara transaksi lainnya tidak diberikan,” ujar Arif.

Karena merasa curiga, Arif pun melaporkan hal ini. Transaksi mencurigakan sejak 2014-2018 lalu.

“Indra tidak pernah saya suruh melakukan pencarian cek. Saat pertemuan rekon, kita curiga tidak ada kejelasan dari BJB dan dilewatkan begitu saja,” sebut Arif.

Pertemuan terakhir di BJB malam jelang magrib Oktober 2019 pihak BJB berniat mengganti uang nasabah sebesar Rp11 miliar. Saat itu Arif meminta transaksi yang mana masuk dalam Rp11 miliar. “Bila ini disepakati maka masalah ini dibawa ke direksi BJB. Namun karena tidak jelas apa saja transaksi ini, apa saja bukti dan dari perusahaan mana maka pertemuan ini deadlock.

“Kemudian diadakan pertemuan kembali di Hotel Premier namun dipertemuan tersebut disebutkan BJB mengakui akan mengganti uang korban sebesar Rp3 miliar lebih dan ini bisa berubah menjadi Rp5 miliar,” sebut Arif di hadapan hakim..

Ada 9 transaksi yang dicairkan tanpa sepengetahuan korban. Sembilan transaksi ini pihak bank tidak pernah memberitahukan kepada korban. Namun setelah kasus ini dilaporkan ke polisi dan sampai ke persidangan, pihak BJB baru melakukan kroscek kepada korban setiap transaksi yang berlangsung.

Kepada majelis hakim, Arif menceritakan bahwa, pada tahun 2016 hingga 2018 perusahaannya mengalami kerugian miliaran rupiah. Padahal menurut perhitungannya, uang hasil proyek yang masuk ke rekening perusahaannya di Bank BJB Cabang Pekanbaru berlebih dan seharusnya untung.

Hingga akhirnya Arif Budiman merasa curiga ada yang aneh pada rekening perusahaannya di Bank BJB tersebut. Kemudian tanggal 15 Januari 2018, saksi menyuruh terdakwa Indra Osmer Gunawan Hutauruk (berkas terpisah), mengambil uang sebanyak Rp130 juta di rekening perusahaannya dan membawanya ke Kantor DPRD Riau ternyata bisa, padahal saksi sama sekali tidak ada menandatangani apapun.

Atas peristiwa ini kemudian saksi mempertanyakan dan meminta diperlihatkan seluruh transaksi rekening perusahaannya di Bank BJB Cabang Pekanbaru. Pada tahun 2018 itu juga terjadi lah pertemuan antara saksi Arif Budiman dan pihak BJB di Hotel Pangeran. Pada pertemuan itu, terdakwa Tarry hadir bersama pihak BJB lainnya. Saat itu saksi Arif Budiman mengaku mempertanyakan transaksi rekening perusahaannya dan terdakwa Tarry meminta agar melihat jurnal.

Pada saat itu juga, saksi Arif mempertanyakan transaksi cek perusahaannya mengapa bisa uangnya diambil terdakwa Indra, padahal ia tidak ada tandatangan. “Saat itu saya tanyakan kepada terdakwa Tarry dikasih berapa oleh Indra Osmer untuk mencairkan cek rekening perusahaan saya. Lalu terdakwa mengaku diberi Rp200 sampai Rp300 ribu. Saya katakan kepada Tarry hebat benar Indra Osmer itu bisa memberi kamu Rp200 sampai Rp300 ribu. Dari mana dia gantinya? Saya aja kalau mengambil uang paling memberi Rp100 sampai Rp150 ribu,” ujar Arif.

Setelah pertemuan itu, kembali terjadi pertemuan antara Arif Budiman dan pihak Bank BJB di Kantor BJB Cabang Pekanbaru. Pada pertemuan ini, saksi baru ditunjukkan poto slide transaksi, proses penarikan uang di rekening perusahaannya. “Baru saya tahu transaksi banyak yabg bukan transaksi saya. Pada pertemuan itu hadir dari Bank BJB, legal, Rahmat, Kacab BJB, dan tim SKAI,” ujar Arif.

Pada pertemuan tersebut, pihak BJB mengatakan ada Rp11 miliar transaksi yang tidak sesuai. Namun saksi Arif Budiman, meminta bukti-bukti transaksi tersebut. “Kok ujug-ujug disebutkan ada Rp11 miliar transaksi yang tidak sesuai SOP. Bukti-buktinya apa dan perusahaan apa saja dan siapa yang mencairkan,” ujat Arif.

Kemudian dua minggu setelah itu, Arif Budiman kembali dipanggil oleh pihak BJB di Hotel Premier. “Saat itu, Rian, Legal Bank BJB, mengaku temuan dari BJB ada Rp3,025 miliar transaksi yang tidak sesuai. Saat itu saya tanya bisa naik lagi tidak dan dikatakan bisa naik sampai Rp5 miliar. Saya tanyakan lagi, dari mana uangnya? Dan dikatakan dari calon tersangka,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Arif Budiman juga menceritakan bahwa pernah jumpa dengan Pindiv BJB. “Saat itu saya diiming-imingi dikasih pinjaman lagi. Saya katakan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Namun saya mempertanyakan dulu kejelasan uang saya yang ditarik tanpa sepengetahuan saya itu bagaimana?,” ujarnya.

Dikatakan Arif, banyak kejanggalan yang dilakukan oleh Indra terhadap dirinya, diantaranya juga pernah menjual barang yang masih diagunkan kepada dirinya. “Saya sebenarnya tidak ingin memenjarakan Indra Osmer, saya hanya minta hak-hak saya dikembalikan,” ujar Arif

Ada transaksi 31 Oktober 2017 tertulis Rp250 juta ditandatangani terdakwa Tari dalam pertemuan kedua kali mengakui dia yang teken. Dalam pertemuan itu ada pimpinan cabang BJB.

SK/ibl

Most Popular

UIR dan PWI Teken MoU, MoA dan IA

Pekanbaru(SK)- Universitas Islam Riau (UIR) menjalin kerjasama di bidang Catur Dharma Perguruan Tinggi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau. Kerjasama ini diperkuat dengan penandatanganan...

Gandeng Masyarakat, PHR Gelorakan Peduli Lingkungan di Duri

DURI(SK) - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk terus menggelorakan semangat peduli lingkungan. Pada Ahad (19/9/2021) lalu, PHR dan Bank Sampah...

Sidang Lanjutan Penggelapan Dana Nasabah BJB Empat Saksi Mengaku Tandatangan di Cek Bukan Miliknya

PEKANBARU(SK)- Sidang lanjutan kasus penggelapan dana nasabah BJB Arif Budiman dengan terdakwa Tarry Dwi Cahya, teller BJB, Senin (20/9/2021). Sidang yang dipimpin majelis hakim Dahlan...

Telkomsel-Zoom Kolaborasi Hadirkan Pengalaman Premium Interaksi Virtual yang Terjangkau

Jakarta(SK)- Telkomsel bersama Zoom Video Communications, Inc. (Zoom) hari ini mengumumkan kolaborasi guna menghadirkan pengalaman premium berinteraksi secara virtual bagi para pelanggan Telkomsel. Dalam kolaborasi...

Nasional

Telkomsel-Zoom Kolaborasi Hadirkan Pengalaman Premium Interaksi Virtual yang Terjangkau

0
Jakarta(SK)- Telkomsel bersama Zoom Video Communications, Inc. (Zoom) hari ini mengumumkan kolaborasi guna menghadirkan pengalaman premium berinteraksi secara virtual bagi para pelanggan Telkomsel. Dalam kolaborasi...

Dana BSU Peserta BPJAMSOSTEK Cair

0
PEKANBARU(SK) - Pemerintah sudah mulai melakukan pencairan dana Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang pada pekan lalu sudah diserahkan datanya oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kepada...

Perguruan Kungfu Naga Sakti Indonesia Mengadakan Ujian Ke- 32

0
PEKANBARU----Porsea, Perguruan Kungfu Naga Sakti Indonesia (PKNSI) mengadakan ujian kenaikan sabuk yang ke- 32 di Desa Jonggi Manulus Kecamatan Permaksian Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera...

Pimred StatusRakyat Apresiasi Polda Sumut Atas Ungkap Pembunuh Marshal

0
PEKANBARU(SK)----Keberhasilan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dalam mengungkap kasus penembakan Marasalem Harahap (Marshal) Pimpinan Redaksi Media Lassernewstoday.com menuai pujian dari kalangan kuli tinta...

Tokoh Agam Dukung T Rusli Ahmad Jadi Ketua FKUB, Ketua DPH LAMR : Sudah...

0
PEKANBARU(SK) - Dukungan terhadap Ketua Umum DPP Santri Tani Nahdatul Ulama (Santan NU) T. Rusli Ahmad menjadi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi...

Riau

UIR dan PWI Teken MoU, MoA dan IA

0
Pekanbaru(SK)- Universitas Islam Riau (UIR) menjalin kerjasama di bidang Catur Dharma Perguruan Tinggi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau. Kerjasama ini diperkuat dengan penandatanganan...

Gandeng Masyarakat, PHR Gelorakan Peduli Lingkungan di Duri

0
DURI(SK) - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk terus menggelorakan semangat peduli lingkungan. Pada Ahad (19/9/2021) lalu, PHR dan Bank Sampah...

Sidang Lanjutan Penggelapan Dana Nasabah BJB Empat Saksi Mengaku Tandatangan di Cek Bukan Miliknya

0
PEKANBARU(SK)- Sidang lanjutan kasus penggelapan dana nasabah BJB Arif Budiman dengan terdakwa Tarry Dwi Cahya, teller BJB, Senin (20/9/2021). Sidang yang dipimpin majelis hakim Dahlan...

Telkomsel-Zoom Kolaborasi Hadirkan Pengalaman Premium Interaksi Virtual yang Terjangkau

0
Jakarta(SK)- Telkomsel bersama Zoom Video Communications, Inc. (Zoom) hari ini mengumumkan kolaborasi guna menghadirkan pengalaman premium berinteraksi secara virtual bagi para pelanggan Telkomsel. Dalam kolaborasi...

Sidang Penggelapan Dana Nasabah BJB Pekanbaru Rahmad: Dia Dipecat Karena Kasus Ini

0
PEKANBARU(SK) - Sidang penggelapan dana nasabah BJB Pekanbaru dengan terdakwa Indra Osmer menghadirkan saksi mantan Kepala Cabang BJB Pekanbaru Rahmat Abadi, Selasa (14/9/2021). Dalam persidangan...

Hukum

Sidang Lanjutan Penggelapan Dana Nasabah BJB Empat Saksi Mengaku Tandatangan di Cek Bukan Miliknya

0
PEKANBARU(SK)- Sidang lanjutan kasus penggelapan dana nasabah BJB Arif Budiman dengan terdakwa Tarry Dwi Cahya, teller BJB, Senin (20/9/2021). Sidang yang dipimpin majelis hakim Dahlan...

Sidang Penggelapan Dana Nasabah BJB Pekanbaru Rahmad: Dia Dipecat Karena Kasus Ini

0
PEKANBARU(SK) - Sidang penggelapan dana nasabah BJB Pekanbaru dengan terdakwa Indra Osmer menghadirkan saksi mantan Kepala Cabang BJB Pekanbaru Rahmat Abadi, Selasa (14/9/2021). Dalam persidangan...
Suasana sidang.

Audit BJB Ditemukan 22 Transaksi Tak Sesuai SOP

0
PEKANBARU(SK)– Sidang dugaan pembobolan rekening nasabah BJB Pekanbaru kembali embuka fakta-fakta baru. Pada persidangan dengan terdakwa Indra Osmer Hutauruk, Manajer Bisnis Konsumer bank bjb...
Suasana sidang kasus penggelapan di Bank BJB.

Hakim Dahlan: Mengapa 4 Tahun CCTV BJB Bisa Rusak

0
PEKANBARU(SK) - Ketua majelis hakim sidang penggelapan dana nasabah BJB Pekanbaru DR Dahlan SH MH merasa heran dengan kondisi salah satu fasilitas keamanan BJB...
Pengamat Perbankan dan Ekonom Riau, Peri Akri

Penggelapan Dana Nasabah di BJB Jadi Preden Buruk Perbankan

0
PEKANBARU(SK) - Pengamat Perbankan dan Ekonom Riau, Peri Akri mengatakan dari segi ekonomi, kasus yang menimpa nasabah BJB Pekanbaru Arif Budiman sangat tidak baik ke...

Kesehatan

Resmikan Isoter Wisma Kemala, Kapolda Riau Serahkan Bantuan 30 Oksigen Konsentrator Dari Kapolri

0
PEKANBARU(SK) - Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi menyerahkan 30 Oksigen Konsentrator kepada Kabid Dokkkes Polda Riau pada Senin (30/8/2021), saat meresmikan penggunaan Gedung...

DPD KORNI Pekanbaru Giat Peduli Sosial ke Masyarakat Terdampak PPKM dan Menjalani Isoman

0
Pekanbaru(SK) - DPD KORNI Pekanbaru Apresiasi Lurah Sialang Sakti Kecamatan Tenayan Raya Hasan Nusi dan Jajaran RW 07/ RT 01 dalam giat Peduli KORNI...

Menandai 30 Tahun Pengabdian, Alumni Akpol 1991 Riau Bagikan 1020 Paket Sembako

0
PEKANBARU(SK)- Alumni Akpol angkatan 1991 Bhara Daksa menggelar aksi membagikan sembako kepada masyarakat terdampak covid-19 di Pekanbaru, menandai 30 tahun pengabdiannya di institusi Kepolisian...

Ketua B2P3 Riau, Oyong Tanjung Ucapkan Terimakasih ke Management RS Prima Pekanbaru

0
Pekanbaru(SK)- - Ketua B2P3 Riau, Oyong Tanjung menyampaikan ucapan terima kasih kepada management Rumah Sakit Prima Pekanbaru dalam penanganan pandemi virus Covid-19 di Kota...

Forum Pekanbaru Kota Bertuah Lakukan Aksi Nyata Di Tengah Pandemi Covid-19

0
Pekanbaru(SK)- -Hari ini, Ahad (18/7/2021) FKB berbagi masker dengan jumlah 18.000 masker dan penyemprotan 150 liter disinfektan di sejumlah pasar dan rumah ibadah. "Ini aksi...